Fenomena Silent Majority dan Kaitannya Dengan Pemilu 2024


Terkait pemilu yang tengah menjadi event terhangat di negeri ini tak lepas dari berbagai pandangan dan opini-opini public yang tersebar di berbagai media social dan sebagainya

 

Namun ada hal yang lebih yang menjadi pusat pembahasan dan perhatian dalam pemilu yaitu dengan keberadaan pemahaman ataupun pola fikir yang di perlihatkan oleh sekelompok orang yang sering kali disebut dengan Silent Majority

 

Atau dalam pemahamannya juga bisa dibilang sebagai kelompok yang lebih memilih diam dalam situasi politik bahkan walaupun itu sifatnya krusial atau mendesak sekalipun,

 

Namun itu juga dapat diartikan sebagai individu-individu yang tidak ingin menunjukkan keterlibatan aktifnya di depan umum yang mungkin sebahagian orang mengatakannya sebagai gerakan tersembunyi

 

Sebenarnya terkait hal ini ( Silent Majority ) menurut BJ Boorman dalam pernyataannya bahwa kelompok Silent majority yang nampakknya sebagai pihak netral sebenarnya tidak seperti yang diprasangkakan mereka juga memiliki opini-opini tersendiri terkait kondisi seperti politik yang memerlukan pandangan public

 

Namun dikarenakan ketidakadaan juru bicara yang dapat mewakili kontribusi mereka dalam memberikan pandangan-pandangan public

 

Sehingga apa yang seharusnya menjadin bahan dipertimbangan publik tidak dapat tersalurkan dan ditanggapi oleh pihak yang berwenang

 

Hingga diperlukannya semacam organisasi masyarakat yang dapat menjadi perwakilan kelompok-kelompok masyarakat ini.

 

Tentunya jika dikaitkan hal tersebut diatas dengan pemilu yang sedang berlangsung di Indonesia tahun 2024 ini sangat memungkinkan adanya prilaku atau kelompok-kelompok seperti Silent Majority tersebut

 

Dan mungkin saja populasi dari Silent Majority tersebut sebenarnya sangat besar dalam sebuah negara atau wilayah sebuah negara sehingga potensi pemilih yang seharusnya ikut berkontribusi  dalam pemilihan umum tidak tersalurkan

 

 

Mungkin kita bisa menyandingkan kondisi ini dengan istilah GOLPUT atau memposisikan diri untuk tidak memilih / ikut bagian dalam pemilihan suara

 

Yang menjadi bahan permasalan krusial bagaimanakah solusi yang akan dilakukan untuk setidaknya meminimalisir kondisi Silent Majority ataupun golput tersebut apakah dengan kemampuan digitalisasi pemilihan atau semacamnya yang jelasnya dapat menampung suara atau saran

 

Dari kelompok tersebut sekian tulisan ini semoga bermanfaat terima kasih.

Post a Comment

Previous Post Next Post