baru, inovasi atau bahkan inspirasi yang terobsesi memberikan ide cemerlang, inilah yang mungkin tengah dijalankan oleh perusahaan airbus group anak dari perusahaan EADS yang bersinar dengan
project pengembangan pesawat terbang elektriknya E-Fan 2.0 yang mereka kembangkan dan ditargetkan akan mulai diproduksi atau dikomersialkan pada akhir tahun 2017 atau di awal tahun
2018
pihak perusahaan sendiri mengkomfirmasikan telah menyuntikkan dana sebesar 20 juta Euro atau sekitar Rp. 299 milliar lebih dalam mendanai konstruksi desain pesawat secara keseluruhan serta
sehingga sangat dibutuhkan peran dari pemerintah perancis dan pihak rekanan lain dalam pendanaannya, sebenarnya project E-Fan ini telah mulai di kerjakan sejak tahun 2013 yang merupakan perencanaan industri
kapal terbang pemerintah perancis dan hingga saat ini tahun 2017, penerbangan pertamanya sendiri dilakukan pada tanggal 11 maret 2014 dan telah melewati tes penerbangannya sebanyak 78 kali tes
penerbangan dengan maksimal kecepatannya 220 Km/Jam Seiring berjalannya project Pengembangan E-Fan melahirkan beberapa plan desain dan model prototipenya antara lain :
- E-Fan pesawat elektrik dengan konsep dua awak
- E-Fan 2.0 seri lanjutan pesawat elektrik dengan dua penumpang yang diperkirankan mulai produksi akhir tahun 2017
- E-Fan 4.0 pesawat elektrik dengan konsep empat penumpang dengan daya tahan penerbangan 2-3 jam 30 menit
- E-Fan Thrust juga dalam tahap pengembangan dengan kapasitas 90 penumpang (penerbangan lintas regional)
E-Fan seri pertama dan 2.0 merupakan pesawat elektrik jarak pendek (short-haul) terkecuali seri 4.0 yang memiliki daya tahan terbang 2 - 3 jam 30 menit, sekedar catatan selain perusahaan Airbus group pesaingnya Wright Electric juga tengah mengembangkan industri pesawat elektrik, yang
rencananya didesain untuk kapasitas 150 orang penumpang dengan capaian jarak tempuh kurang dari 300 mil oleh karena itu perusahaan Wright Electric ia lebih fokus pada pengembangan inovasi
teknologi batrei untuk pesawat elektriknya agar mampu menempuh jarak yang dibutuhkan (Jarak Jauh )
teknologi batrei untuk pesawat elektriknya agar mampu menempuh jarak yang dibutuhkan (Jarak Jauh )
kesimpulannya pesawat elektrik ini sangat baik untuk digunakan selain mengurangi penggunaan bahan bakar faktur yang relatif mahal yang tentunya juga dimungkinkan berdampak pada harga tiket
pesawat yang akan murah, pesawat elektrikal ini juga ramah lingkungan karena tidak mengeluarkan suara yang bising sama sekali so... sekian laporan mohon di like semoga bermanfaat infonya sekian trims.


إرسال تعليق