Di Balik Debu dan Doa Dalam Catatan Relawan di Reruntuhan Sekolah Sidoarjo

 


Suara sirine dan teriakan bergantian menembus udara panas siang itu. Aku masih ingat jelas bau debu semen yang menyesakkan dada ketika pertama kali sampai di lokasi. Sebuah bangunan sekolah yang biasanya dipenuhi tawa anak-anak kini berubah menjadi gunungan puing dan jeritan pilu.

Kami, para relawan, datang dengan sekop, tali, dan doa. Tak ada yang benar-benar siap menghadapi pemandangan seperti itu. Dari balik tumpukan bata, samar-samar terdengar suara kecil memanggil, “Pak...

 

saya di sini...” Kami berhenti bernapas sejenak. Setiap detik terasa seperti ujian antara harapan dan kenyataan.

Di tengah kekacauan, ada hal yang membuatku merenung — bukan sekadar tentang bencana fisik, tapi tentang rapuhnya perhatian kita terhadap keselamatan anak-anak. Bangunan itu runtuh bukan karena hujan deras atau gempa besar, tapi karena fondasi yang ternyata tidak pernah benar-benar kuat.

Seorang guru yang selamat sempat berkata lirih, “Kami sudah lama khawatir, tapi siapa yang mau mendengar?” Kalimat itu menampar nurani kami semua. Di balik setiap bata yang jatuh, tersimpan cerita tentang kelalaian dan sistem yang terbiasa menunda-nunda perbaikan.

Namun, di antara reruntuhan itu juga tumbuh sesuatu yang berbeda — rasa kemanusiaan. Warga sekitar, polisi, relawan, bahkan pedagang kaki lima, semua bergabung tanpa memikirkan jabatan atau asal. Kami berbagi air, tenaga, dan air mata.

Saat malam tiba, di bawah cahaya lampu darurat, aku menyadari sesuatu: tragedi ini bukan hanya tentang kehilangan, tapi tentang panggilan untuk membangun ulang — bukan sekadar tembok sekolah, melainkan

 

juga kesadaran bersama. Agar setiap anak yang berangkat menimba ilmu, benar-benar pulang dengan selamat.

Runtuhnya sekolah di Sidoarjo akan tercatat dalam berita, tapi bagi kami yang ada di sana, ia akan selalu hidup dalam ingatan — sebagai pengingat bahwa kadang, yang paling rapuh bukan bangunannya, melainkan kepedulian kita sendiri.

Post a Comment

Previous Post Next Post