Sejarah Kelam Kota Salem




Tampak di kota salem amerika dilakukan peringatan terhadap penduduk mereka yang telah dipidanakan dan di eksekusi hukum mati terkait dakwaan


tentang kejahatan wabah penyihir gelap di era tahun 1692, dikabarkan menurut sejarahnya  19 orang laki-laki dan wanita


yang didakwa bersalah digantung di tempat tugu peringatan tersebut berdiri, menurut penduduk kota setempat moment peringatan ini mulai diperingati pada perayaan ulang tahun ke 325 kota salem bertepatan dengan sejarahnya dimana tiga


kejadian eksekusi massal pertama ditempat tersebut pernah dilakukan, lima wanita terbunuh yakni : sarah good, elizabeth howe, susannah martin, rebecca nurse dan sarah wildes.


andrea shea anggota dari stasiun WBUR menghadiri upacara peringatan tersebut dan mengatakan bahwa "penduduk kota salem dan para keturunan orang-orang yang terbunuh ditempat itu berkumpul


dalam acara peringatan tersebut untuk mengenang dan memberi penghormatan kepada keluarga mereka, monumen peringatan itu sendiri berdiri diatas




lereng-lereng bukit dan menurun kebawah jalan kearah tempat eksekusi tersebut dilakukan dan disana terdapat area setengah lingkaran yang tertutup dengan tembok, yang mana terdapat tulisan


nama dari 19 orang yang menjadi korban pembunuhan massal tersebut dan sebuah pohon oak besar yang tumbuh ditengah sebagai simbol dari ketahanan dan martabat kota salem.




acara peringatan tersebut didanai dengan $174.000 oleh gerakan komunitas pelestarian dan selain itu kota tersebut juga menerima puluhan donatur dari para keturunan pihak korban peristiwa bersejarah


tersebut, berdasarkan informasi dari boston globe disebutkan bahwa 25 0rang terbunuh di peristiwa kota salem tersebut : 19 dieksekusi dengan digantung, 5 orang meninggal dalam penjara dan seorang meninggal karna disiksa.


sejarah kelam kota salem di amerika ini adalah sejarah memilukan yang tak dapat dihilangkan para penduduk disana hingga diperingati keberadaannya.


sama halnya di indonesia juga ada beberapa tempat bersejarh yang mengisahkan kisah kelam pada masa penjajahan sebut saja di sulawesi selatan jl. korban 40.000 jiwa oleh penjajah atau lokasi bersejarah di rawagede seluruh negeri punya kisahnya masing-masing


yang jelas yang namanya menghilangkan nyawa orang tidak dibenarkan dalam ajaran agama manapun yang ada harusnya saling menghormati dan menghargai antar sesama manusia yang


memiliki hak hidup masing-masing dan tidak saling menghakimi apalagi tidak jelas sebab musababnya sekian artikel yang penulis susun terima kasih

Post a Comment

Previous Post Next Post